Kawah Institute Indonesia

Pusat Studi dan Pembelajaran Generasi revolusioner

Foto Saya
Nama:
Lokasi: Solo, Central Java, Indonesia

Kawah Institute adalah Lembaga independen yang senantiasa berusaha untuk bersama-sama menjadikan tempat ini sebagai pusat studi dan pembelajaran generasi revolusioner,bertujuan agar senantiasa terjadi perubahan secara radikal, sistematis, serta terencana {Revolusi}

Selasa, Juni 05, 2012


Merindukan Sosok Karno

Oleh arif saifudin yudistira*)



Riwayat Sukarno mungkin sudah usai bertahun-tahun lalu. Sukarno, sosok presiden pertama kita hadir dengan berbagai pujian dan kontroversi. Ia sosok yang kini lahir kembali. Hadirnya tak lagi seperti dulu teriak-teriak revolusi, tapi kini ia lahir kembali dengan menangis dan menyesali diri ,mengapa revolusi tak kunjung selesai sebagaimana pidatonya dulu. 
Begitulah sukarno yang lahir 6 juni di tahun 1901. Riwayatnya tak usai, ia dikenal sampai ke penjuru dunia. Keberhasilannya menjadikan negeri ini bermartabat di mata bangsa asing membuatnya menjadi presiden yang terpandang di mata dunia. Ia adalah orator sekaligus pencinta yang ulung. Perempuan adalah tempat sandaran dan cinta kasihnya. Ia bisa sangat kuat di luar rumah, tapi ia begitu lemah dan mengeluh kesah pada isterinya di rumah.
Kita mengenangkan sukarno tak hanya sebagai bapa proklamator, ia adalah sosok yang begitu terpukau dengan bacaan dan apa yang ia pelajari. Hingga ia mencetuskan cita-citanya tentang revolusi Indonesia. ia tak sekadar ingin menunjukkan bahwa nasionalisme,islamisme dan marxisme sebagaimana dituliskan di buku Di bawah bendera revolusi tidak bertentangan sama sekali. Ada cita-cita bersama diantara nasionalisme, islamisme dan komunisme yang tak lain adalah pencapaian masyarakat adil dan makmur.
Sukarno hadir di panggung politik sebagai sosok sinkretis. Sosok sinkretis inilah yang dicermati oleh Bernhard dahm dalam bukunya Sukarno and The struggle for Indonesian independence. Ia melihat watak inilah yang menyatukan Indonesia menjadi negara kesatuan yang dapat bertahan hingga hari ini. Watak sinkretis ini dilihat oleh dahm karean pengaruh nilai-nilai jawa yang ia pelajari. Hingga ia menyatukan dan mensintesakan marxisme,nasionalisme dan islamisme.
Tak hanya itu, Bernhard dahm melihat watak sinkretis sukarno yang mewujud dalam pernyataan dekrit presiden 5 juli 59.Ia menilai disitulah letak watak sukarno sebagai pemersatu. Tanpa adanya watak itu, barangkali negeri ini masih belum bisa bersatu. Akan tetapi, ini justru dilihat oleh bung hatta sebagai awal dari hancurnya demokrasi yang sebenarnya. Hatta menyebut dalam demokrasi kita : “apa yang terjadi sekarang adalah krisis daripada demokrasi atau demokrasi dalam krisis. Demokrasi yang tidak kenal batas kemerdekaannya lupa syarat-syarat hidupnya dan melulu menjadi anarki lambat laun menjadi diktatur”.


kritik

Kritik hatta disampaikan karena di masa-masa demokrasi terpimpin, sukarno menunjukkan sikap-sikap yang cenderung diktatur. Soekarno terkesan melebihi kewenangannya sebagai presiden dan ia mengintervensi DPR. Selain itu, soekarno dipandang oleh hatta lebih mengunggulkan terpimpinnya dan menghilangkan demokrasinya. Sebagaimana ditulis Deliar noer dalam buku biografi Hatta , Mohamamd hatta ;hati nurani bangsa : “Soekarno sendiri terus saja dengan gagasan yang menjauhkannya dari hatta.  Gagasan itu antara lain demokrasi terpimpin yang praktis menghilangkan demokrasi an menegakkan terpimpinnya”.
Sikap Soekarno yang diktatur pun ditegaskan ketika soekarno dekat dengan PKI, dan ia memilih membubarkan masyumi dan partai sosialis Indonesia di tahun 60-an. Soekarno berlaku demikian karena sudah menilai bahwa partai yang konsisten dengan agenda revolusinya adalah PKI. Kedekatannya dengan aidit mengakibatkan PKI seperti anak kesayangannya. Dan berkat dukungan dan kedekatan soekarno di tahun 1955 PKI menempati urutan empat partai dengan basis massa yang diperhitungkan di pemilu 1955.

Jatuh

            Kejatuhan soekarno ternyata sudah diprediksi oleh Hatta sejak soekarno mendekap dalam penjara dan dibuang di endeh flores. Hatta menulis di Daulat rakyat  dengan judul “Tragedi Soekarno” 30 nopember 1933: “Soekarno bakal lenyap dari pergerakan rakyat. Akan menjadi satu lakon yang sedih,yang melukai hati seluruh pergerakan radikal. Sekali ini soekarno menjadi korban bukan karena pergerakan atau kekejaman pemerintah melainkan korban daripada dirinya sendiri, karena luntur imannya”.
Setelah masa demokrasi terpimpin yang ia pimpin, hingga pada tahun 65 ia mengalami kejayaan dan bahkan soekarno memimpin pembebasan irian barat dan ganyang Malaysia dai tahun 60-an. Di tahun 1965 itulah ia harus menghadapi  tragedy gerakan 30 september 1965. Di saat itulah kondisi kesehatannya menurun, dan ia dijadikan batu loncatan soeharto untuk membangun orde barunya.

Pelajaran

Riwayat seoekarno memang mengandung berbagai pelajaran bagi kita semua. Kemampuannya berorasi dan membangkitkan semangat rakyat adalah ke khasan dia sebagai pemimpin negara. Sisi lain dia yang konon dianggap pemuja perempuan yang sering dikritik soe hok gie di masa 60-an. Soekarno hadir dengan ide-ide brilliannya tentang persatuan,nasionalisme, hingga ide revolusi yang cukup terkenal lewat karyanya di bawah bendera revolusi hingga doktrin-doktrin revolusi di pidato-pidatonya. Pidato adalah titah dan pengejewantahan ide-ide dan keputusan politiknya.
Hari ini kita mengenang hari lahir bung karno dengan pamrih muncul sosok karno yang hadir sebagai patriot negara pembela negara mengingat negeri ini kian tak berdaya dan berdaulat, dan sebagaimana yang ia bilang dalam pidatonya “revolusi belum selesai”.


*)Penulis adalah penggiat bilik literasi solo pengelola kawah institute indonesia

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda